Showing posts with label de[sign]. Show all posts
Showing posts with label de[sign]. Show all posts

Tuesday, November 1, 2011

baggybaggybag! :D


Product Design 4
from the concept to the real desire yeeaah!
handbag made from jeans and genuine leather :D



another project
kain jumputan
my first project of desain nusantara



sedikit cerita, gue bikin motif jumputan ini pake pewarna batik (napthol)
intinya cara pembuatannya cuma pake teknik ikat dan celap celup.
hasilnya seperti itu deh! sebetulnya buat bikin warna yang oke cuma butuh feeling dan taste yg oke. buat tekniknya sendiri ga rumit, bisa pake teknik jelujur atau ikat diisi biji-bijian, atau bisa dilipat bolak-balik dan diikat karet.


sebetulnya tujuan prioritas gue buat tas jumputan supaya tu tas bisa gue pake hahahhaa, awalnya gue pkir tu tas bisa langsung gue pake, tapi karena ada penilaian dosen dan dokumentasi, jumputan tas gue jadi ketunda pemakaian selama 2 minggu huhu. belum lagi ditambah ancaman dosen "kamu mau dapet nilai A ga? diikhlasin aja" ---> stress mendadak
-_____-
but finally yang gue rasain lega karna selesai juga berkotor-kotoran tangan dengan naptol warna-warni di jari dan belum lagi gatelnya sodakustik haha :D

note : buat bikin jumputan ini, ada campuran tertentu yang bikin gatel, jadi gue saranin pake sarung tangan plastik kalo mau celap celup. *just in case daripada tangan & jari lo berubah merah dan bengkak* hahah

Sunday, June 14, 2009

interesting view

Interesting view

Di kuliah kreativitas, kita diajarkan pula dalam melihat/mengamati sesuatu yang tidak biasa yang memiliki sesuatu yang menarik dan bisa dianalogikan menjadi sesuatu sesuai dengan pemikiran kita terhadap bentuk tersebut.

Contoh interesting view :


















foto ini diambil saat aku berlibur bersama kakak dan saudaraku ke bali. Pantai ini bernama dreamland. Jika diperhatikan, aku mempersepsikan kata yang berada dilangit tersebut sebagai kata Allah dengan huruf arab.










aku mempersepsikan gambar ini sebagai gambar anjing kecil. terlihat dari bentuknya yang menyerupai anjing layaknya di kartun-kartun

ALAM, ANALOGI, EMPATI

BELAJARLAH DARI ALAM
Allah memberikan ilham untuk merancang sebuah teknologi dari alam. Jika kita mau belajar dari alam, kita akan mengetahui banyak hal yang tidak kita ketahui sebelumnya. Banyak rahasia alam yang harus kita temukan dan kita kembangkan.
Menara Eiffel -> dirancang seperti tulang
Cangkang kuat -> bahan borda karbida & aluminium
Jaringan kulit buaya -> jaringan serat kaca
Tendon -> industri konstruksi (disamakan dengan baja struktur)
Serangga (laba-laba) -> struktur benang laba-laba diikuti menjadi Kevlar (anti peluru)
BIOMIMIKRI
Teratai / lotus : daunnya selalu bersih karena struktur daunnya yang tidak menempel dengan air. Air tersebut mengikat debu-debu yang ada disekitar daun tersebut
Pigmen kupu-kupu yang memantulkan sinar : mobil yang dapat memantulkan sinar seperti kupu-kupu
Virus komputer



ANALOGI
Analogi merupakan bentuk pengandaian terhadap sesuatu (benda) yang dipersepsikan.
Contoh :














kaki katak
kaki katak bisa dianalogikan sebagai alat untuk menyelam ( kaki katak)












sistem cangkang
idenya dipakai untuk tank



EMPATI


Empati : menyelami diri orang lain
empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan/emosi orang lain.
Empati dapat juga diartikan kesanggupan untuk turut merasakan apa yang dirasakan orang lain
dan kesanggupan untuk menempatkan diri dalam keadaan orang lain.
Empati membuat kita dapat turut merasa senang dengan kesenangan orang lain,
turut merasa sakit dengan penderitaan orang lain, dan turut berduka dengan kedukaan
orang lain.
Salah satu cara terbaik untuk mengajar mahasiswa berempati ialah dengan
bermain peran (role play).Dengan bermain peran, mahasiswa diajak untuk mengalami
dunia dari sudut pandang orang lain. Dengan membayangkan bahwa dirinyalah yang
menjadi orang tersebut, ia bisa melihat dari mata orang tersebut, bersikap seperti orang tersebut,
dan bisa menyelami perasaan orang itu (be other person).
Adalah penting dalam permainan peran ini bahwa mahasiswa mendapat kesempatan
untuk mencoba peran yang tidak biasa baginya, sehingga ia belajar melihat dari
sudut pandang orang lain.
Kejadian sehari-hari dapat juga digunakan sebagai latihan empati.
Misalnya, saat dosen meminta mahasiswa untuk mengecilkan suara atau
mematikan nada dering handphone-nya, ia perlu mengatakan kebutuhan dan perasaannya,
serta menjelaskan akibat yang dirasakan oleh mahasiswa lain dari suara bising ringtone tersebut.
Keterangan ini membuat mahasiwa merespons berdasarkan rasa peduli
akan suasana kelas yang nyaman dan bukan karena rasa takut dimarahi.
Daniel Goleman, dalam buku Emotional Intelligence, mengemukakan,
empati memungkinkan seseorang untuk menghayati masalah atau kebutuhan
yang tersirat di balik perasaan orang lain, yang tidak hanya diungkapkan melalui kata-kata.
Melalui empati, kita tidak hanya keluar diri dalam usaha memahami orang lain,
tetapi juga melakukan pemahaman internal terhadap diri sendiri.

Empati -> lebih objektif
lebih komprehensif
lebih adil
lebih bijak

http://catur.dosen.akprind.ac.id/2009/02/06/perlunya-empati-dalam-pembelajaran/

Estetika Tuhan & Golden Section

Membaca estetika tuhan

Tuhan mengajarkan pada kita melalui alam ciptaan-Nya, tentang sebuah STANDAR ESTETIKA SEMESTA. ‘estetika’ dianggap wilayah ‘sewenang-wenang’ dimana standar indah & tak indah tampak menjadi sesuatu yang dibuat-buat oleh manusia itu sendiri. Standar estetika berpatokan pada STANDAR ESTETIKA TUHAN. Tuhan mengajarkan pada kita komposisi garis, komposisi warna, melalui alam ciptaan-Nya. STANDAR ESTETIKA membawa keindahan. Estetika diperlukan manusia untuk memperkaya batin & memperluas perasaan. Dari begitu banyak STANDAR ESTETIKA yang dicoba diciptakan manusia, hanya sedikit yang benar-benar mengimpresi dan melegenda.

Keagungan Tuhan itu juga diperoleh dari DESAIN


GOLDEN SECTION



Golden Section yang merupakan teori proporsi geometrik yang berhubungan dengan persamaan matematika dan juga fibonacci series yang ditemukan oleh Leonardo Pisano Fibonacci mempengaruhi peradaban manusia dalam menentukan proporsi yang harmonis.

Golden Section juga dikenal dengan nama The Golden Mean, Golden Ratio, dan Divine Proportion (The Golden Section). Dijabarkan sebagai sebuah rasio yang berasal dari huruf Yunani : phi Op), rasio the golden mean sama dengan atau mendekati bilangan 1.618033988749895 or (1+'q5)/2 (The Golden Mean, MathSoft Constants) yang termasuk di dalamnya satu set konstruksi geometrik untuk memisahkan satu ruas garis menjadi banyak bagian dimana nilai rasio/perbandingan garis yang panjang berbanding total panjang garis sama dengan atau mendekati nilai perbandingan dari garis yang pendek berbanding dengan garis yang panjang (The Golden Section).

The Golden Mean sebagai sebuah rasio/perbandingan kompleks yang berasal dari huruf Yunani phi ((p) menggambarkan satu set figur geometrik yang termasuk di dalamnya ; garis, segiempat, dan spiral. Figur-figur tersebut jika digambar sesuai dengan the Divine proportion dianggap sebagai bentuk yang sempurna dan paling memuaskan secara estetis. The Golden Section telah digunakan sejak jaman klasik dalam berbagai penerapan termasuk dalam bidang seni, arsitektur, dan spiritual karena pendekatannya terkait dengan hal yang bersifat ideal dan tentunya menyentuh sisi-sisi ketuhanan sebagai sesuatu yang absolut.

Penulis mempelajari dan mengeksplorasi golden section, sebuah persamaan matematika klasik, formula matematikal untuk proporsi yang harmonis, untuk bisa diterapkan pada berbagai hal yang berhubungan dengan desain khususnya berbagai hal yang menyangkut langgam interior.

Dari teori proporsi Golden Section yang terinspirasi dari pola keteraturan alam, dihasilkan pengungkapan nilai-nilai estetis secara ideal. Tapi hal tersebut tidak bisa bersifat absolut. Maksudnya, teori proporsi Golden Section belum tentu mampu menciptakan persepsi-apresiasi yang sama pada setiap manusia. Hal itu disebabkan karena manusia adalah mahluk yang berpikir secara empiris dengan pengalaman estetis yang beragam. Golden Section, merupakan penggerak yang berdaya untuk mempersatukan beragam persepsi manusia terhadap objek pengamatan (unity in diversity) untuk memberi satu konsep ideal mengenai keindahan yang terbentuk oleh proporsi yang harmonis.

2 prinsip golden section yaitu prinsip memoros dan memusat

contoh golden section :

  • prinsip memusat : prinsip ini bersifat memusat

















  • prinsip memoros : prinsip ini bersifat memoros yang memiliki cabang-cabang dan tidak memusat





http://digilib.art.itb.ac.id/go.php?id=jbptitbart-gdl-s1-2006-imademarth-981

Saturday, June 13, 2009

skamper

SKAMPER :

9 teknik untuk merubah benda, jasa / proses apapun menjadi sesuatu yang baru


SKAMPER :

S : Subtitusi

K : Kombinasi

A : Adaptasi

M : Modifikasi

P : Penggunaan lain

E : Eleminasi

R : Reverse


Subtitusi : apa yang bisa disubstitusikan?

Kombinasi : bagaimana mengkombinasikan dengan produk lain?

Adaptasi : apa yang bisa diadaptasikan / ditiru dari produk lain?

Modifikasi : bagaimana cara memodifikasi / merubah bentuk?

Penggunaan lain : cara menerapkan produk kita dalam penggunaan lain?

Eleminasi : bisa dieleminasi / dikecilkan?

Reverse : apa kebalikan dari cara masalah pada produk kita

(mengatur ulang)?